Sistem Bimbingan

gambar

SISTEM BIMBINGAN

 

  1. Counseling Program
    1. Class Teacher System (Wali Kelas – Siswa – Pembina Asrama)

      Ada 3 penanggung jawab untuk satu siswa yaitu wali kelas akademik, wali kelas konseling dan pembina asrama. Mereka seperti keluarga kedua yang dapat bertindak sebagai orang tua dan kakak yang akan menjaga siswa tersebut 24 jam selama di sekolah dan asrama.

    2. Parents Visit Program

      Yaitu program kunjungan wali kelas ke rumah masing–masing siswa dengan tujuan silaturahmi dan kerjasama dengan orang tua serta mengenal lebih dekat antara sekolah dengan orang tua dan siswa. Program ini ditujukan kepada semua siswa serta merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun 2 kali yaitu pada semester 1 dan semester 2.

    3. Character Building

      Berkepribadian muslim merupakan konsekuensi keimanan seseorang yang memeluk agama Islam dalam kehidupannya. Kepribadian muslim seseorang tampak pada pola pikir, sikap dan tingkah laku yang berstandarkan kepada agama Islam. Oleh karena itu, pembinaan mengenai pembentukan karakter ini sangat diutamakan baik di sekolah maupun di asrama.

    4. One to One Student Counseling

      Setiap wali kelas konseling mempunyai kewajiban terhadap seluruh siswa di kelasnya untuk melaksanakan pertemuan satu per satu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui lebih dekat dan lebih akrab sehingga siswa akan dapat menyampaikan semua permasalahan baik yang besar maupun kecil kepada pembina maupun wali kelasnya.

    5. Students Camp

      Program ini dilaksanakan setiap tahun dua kali yaitu semester 1 dan semester 2 setelah ujian bersama dengan tujuan untuk refreshing dan persiapan lebih fokus dan fresh untuk menghadapi semester selanjutnya.

  2. OSIS Program
    1. Celebration Days

      Program OSIS yang dilaksanakan ketika ada hari–hari besar nasional dan internasional seperti HUT RI setiap tanggal 17 Agustus dan Hari Anak Internasional.

    2. Reading Camp

      Program OSIS yang bertujuan untuk membiasakan minat membaca buku kepada para siswa. Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun dua kali di tempat–tempat yang menyenangkan seperti di tempat wisata sekaligus sebagai kegiatan refreshing.

    3. Clubs

      Pemahaman adanya multiple intellegence (keberagaman kecerdasan) dalam diri peserta didik mendapatkan tempat di sekolah kami. Keberagaman kecerdasan mereka yang teraktualisasikan dalam bentuk bakat dan minat diwadahi dalam bentuk kegiatan klub. Sekolah mempersiapkan semua kebutuhan visual, psikomotorik, dan eksperimental. Sesuai dengan pilihan peserta didik, sekolah menyediakan sarananya, seperti: kesenian, olah raga, teknologi, sains, bahasa, budaya, agama, sosial, dan lainnya.

    4. Study Tour

      Kegiatan pendidikan di Sekolah Cahaya Rancamaya tidak hanya terbatas pada ruang kelas yang ada di sekolah, tetapi terbuka luas di dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu bentuk kegiatan yang telah dilaksanakanya yaitu wisata studi. Kegiatan ini selain memberikan nuansa refreshing, membuka wawasan para siswa terhadap dunia internasional, selain itu mereka juga mendapat kesempatan menjadi duta sosial dan budaya dari Indonesia di negara-negara yang mereka kunjungi. Serta juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bahasa asing yang mereka pelajari dan menambah wawasan budaya para siswa.

  3. Kegiatan Sosial
    1. Idul Adha – Kurban

      Sebagai bentuk keteladanan dan rasa kasih sayang terhadap sesama, sekolah memberikan ruang untuk menumbuhkembangkan sikap para siswa dalam kegiatan Idul Adha dan pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

    2. Ramadhan

      Di bulan Ramadhan, sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan kebersamaan dalam bentuk acara pembagian paket buka puasa dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Dengan kegiatan ini diharapkan muncul rasa berbagi dan saling tolerasi diantara sesama

    3. Bantuan Yatim

      Sekolah memberikan kesempatan bagi para siswa untuk belajar bagaimana saling membantu dengan teman-teman mereka yang memiliki nasib tidak lebih baik daripada yang siswa rasakan. Nilai-nilai dari kegiatan tersebut akan memberikan nilai lebih bagi siswa dalam kepedulian sosial.

    4. Bantuan Bencana

      Bencana atau musibah adalah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba. Di saat ada orang lain merasakan hal tersebut, para siswa melalui sekolah memiliki rasa tanggung jawab untuk membantu meringankan beban para korban bencana dengan mengumpulkan bantuan dalam berbagai bentuk seperti uang, makanan, selimut dan lainnya.

  4. Dormitory Program
    1. Belajar Malam

      Untuk melengkapi kegiatan belajar di dalam kelas sekaligus melatih tanggung jawab diri para peserta didik terhadap tugasnya sebagai seorang pelajar, Sekolah Cahaya Rancamaya mengadakan kegiatan belajar malam khusus bagi mereka yang tinggal di asrama. Kegiatan ini diadakan pada malam hari. Dengan bantuan para pembina, para siswa kembali menelaah, memahami dan mempersiapkan materi pelajaran yang telah dan akan diberikan oleh bapak/ibu guru di kelas.

    2. Tausyiah

      Setiap hari ada 3 kali tausyiah yaitu setelah sholat Subuh, Dzuhur dan Isya yang diisi oleh para siswa sebagai sarana untuk menyampaikan ilmu yang didapatkan di sekolah dan asrama. Hal ini juga bertujuan untuk membiasakan para siswa berbicara di depan umum dan melatih kepercayaan diri.

    3. Tahsin dan Tahfidz

      Untuk mengoreksi bacaan tajwid dan makhroj para siswa maka diadakan program Tahsin di asrama. Sedangkan untuk program Tahfidz atau hafalan Al-Quran disesuaikan dengan kemampuan menghafal masing–masing siswa dan diharapkan selama 3 tahun di Sekolah Cahaya Rancamaya tercapai target hafalan Al-Quran 15 Juz.

    4. Kajian Al-Quran dan Hadist

      Setiap hari Sabtu dan Ahad diadakan kajian Al-Quran dan Hadist yang dipandu langsung oleh ustadz yang ahli di bidangnya sehingga diharapkan para siswa dapat memahami Al-Quran dan Hadist dengan baik dan dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari – hari.

    5. Bahasa Sehari-hari

      Bahasa Arab dan bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa pergaulan di asrama dan bahasa pengantar pendidikan, kecuali mata pelajaran tertentu yang harus disampaikan dengan bahasa Indonesia. Bahasa Arab dimaksudkan agar para siswa memiliki dasar kuat untuk belajar agama mengingat dasar-dasar hukum Islam ditulis dalam bahasa Arab. Bahasa Inggris merupakan alat untuk mempelajari ilmu pengetahuan (sains).